AKU TAHU RAHASIAMU

Pagi adalah waktu yang selalu aku nanti. Bertemu lagi dengan seseorang yang aku sayang. Semalaman menunggu, itulah yang aku lakukan tiap hari. Berdiri di ujung kamar tidur, menanti hadirnya.

 

Ah, dia datang. Menghampiri aku.

 

“Hai sayang,” sapaku.

 

“Dia tidak akan memperhatikan kamu!” teriak kursi di sampingku.

 

“Dia menunjukkan semua miliknya kepadaku,” sahutku tak peduli.

 

Senyum selalu aku tunjukkan kepadanya. Meski tidak ada balasan. Aku tidak peduli. Akulah cermin di sebuah kamar milik seorang lelaki.

 

Tiap pagi saat dia berdiri di hadapanku. Tanpa selembar benang. Aku merasa ingin menutup mata.

 

Malu.

 

Tetapi aku menikmati tiap lekuk tubuhnya. Andai dia tahu bahwa tidak ada satu titik pun yang tersembunyi. Seluruh tubuhnya aku pandang.

Namun aku tidak bisa menyentuh. Aku hanya bisa melihat.

Memandang saat ia tersenyum, sedih, dan marah. Aku melihatnya. Utuh.

 

Aku cermin. Bukan siapa-siapa bagimu. Tetapi aku tahu semua rahasiamu. Rahasia yang kau sembunyikan, aku tahu dan mengerti semuanya.

 

Wimala Anindita,

Bandung 150619

0