BOSAN

Menyusup dalam hati. Mempengaruhi pikiran. Membuat dia muak.
Semua yang dilakukan terasa tidak benar.
Kebingungan.
Menjambak rambut.
Mata nyalang, tanpa tahu yang harus dilakukan.

Aaarrrggghhhh!
“Aku tidak tahan lagi!” teriaknya dalam sunyi.
“Tidak akan kutemui lagi manusia biadab itu,” merutuk sendiri.

Aku membuat dia kehilangan diri sendiri. Mencoret tiap halaman terbuka.
Berjalan tanpa arah. Duduk menopang kepala yang terasa kosong.
Aku mengalir dalam darahnya, meracuni.

Aku penghancur ketenangan.
Kau bisa memanggilku bosan.
Dan aku akan selalu menyusupi kehidupan.
Saat lengah datang.

 

Prosa Liris

Wimala Anindita,

Bandung 2019

0