CEMBURU

Perlahan aku menyusup dalam hati dan pikiran.
Menghembuskan asap bergulung tanpa kejelasan.
Mengaduk seluruh rasa. Membuat tidak percaya.
Aku membolak balik pikiran.

“Aaaarrrggghhhh…!” dia gemas.
Marah!
“Kau mengkhianati aku!” suaranya semakin keras.
Dia menangis,
Mengamuk!
Memukul!

Hahaha…
Kekacauan adalah tanda keberhasilan.
Aku mampu melukai hati.
Menggores luka,
Berdarah!

Akulah cemburu.
Memasuki pikiran perlahan.
Tanpa berita.
Meracuni kewarasan yang mulai tanggal.

Waspadalah!
Aku akan datang tanpa undangan!

Wimala Anindita
Bandung, 140319

0