Novel Prosa Liris The Player Sakitnya Dibohongi
Novel Prosa Liris The Player Sakitnya Dibohongi

BAB 6. SAKITNYA DIBOHONGI ( Bagian 3 )

Sampai pada suatu hari aku mendapatkan surat yang ditujukan kepadaku, namun tanpa nama dan alamat pengirim.

 

***

 

Bunyi surat itu,

Assalamualaikum,

Kepada Ibu Rieka tersayang. Saya tidak perlu memperkenalkan diri kepada Ibu. Karena Ibu juga tidak kenal kepada saya.

Lewat surat ini saya hanya ingin memberitahukan kepada Ibu tentang keadaan dan kegiatan suami Ibu yaitu bapak Didan.

Perlu ibu ketahui bahwa Didan suami ibu itu memiliki banyak sekali pacar atau selingkuhan di luar sana. Ada yang dia temukan di jalan, ada yang di kantor, ada pula dari teman-teman reuninya. Terdapat pula perempuan dari bekas tempatnya bekerja terdahulu.

Yang sebutkan dia temukan di jalan itu yang dimaksudkan adalah mereka bertemu dan berkenalan dari jalur yang tidak disangka. Ada yang berkenalan dari sebuah transaksi jual beli yang dilakukan, ada pula teman saling berkomentar di sebuah media sosial yang akhirnya lanjut chatting dan berakhir dengan saling tukar nomor telepon. Kemudian mereka saling bertemu dan terjadilah hal-hal yang sangat diinginkan.

Ibu tahu berapa banyak pacar dan selingkuhan suami ibu? Kalau yang saya tahu, ada sekitar lima atau enam orang.

Mereka bertemu saat di kantor, atau saat pulang kerja. Ada juga yang ketemuan di hari Sabtu, hari dimana suami ibu libur kerja tetapi ibu masih tetap kerja di kantor ibu.

Ibu pernah atau sering dioleh-olehin martabak saat dia pulang kerja? Haha. Di tempat penjual martabak itulah salah satu titik pertemuan.

Kemudian dia pernah membawa permen susu Pangalengan ke rumah? Permen itu adalah pemberian salah satu pacar gelapnya. Mereka bertemu di kantor, dengan alasan mengantar permen.

Pernah juga kan dia membawa kremes? Kue itu juga dikirim oleh pacarnya lewat paket. Dengan alamat kantor.

Dia mengatakan apa ke ibu tentang barang-barang itu saat membawanya ke rumah? Atau ibu malah tidak pernah menanyakan apapun tentang barang-barang yang dia bawa dan malah senang saja karena merasa suaminya penuh perhatian?

Ibu Rieka, anda sudah sangat lama dibohongi oleh suami anda.

Oh iya, pernah ada sumbangan barang-barang dan pembayaran sewa atas peralatan yang ada di waktu anda menikahkan putri anda, bukan? Sumbangan barang serta orang yang membayarkan sewa itu adalah salah satu pacarnya juga.

Apakah ibu juga tahu bahwa dia memberi jatah bulanan untuk salah satu atau beberapa pacar alias selingkuhannya yang janda? Sepertinya anda masih tidak tahu tentang ini.

Anda tahu kemana suami anda saat hari Sabtu dia pergi? Tentu saja dia pergi untuk menemui pacarnya. Bergantian tentu saja. Kemana?

Ke hotel, ke penginapan, ke tempat wisata, nonton film, dan sebagainya.

Apa yang mereka lakukan saat bersama? Yah… tentu saja saya tidak perlu menjabarkan dengan panjang lebar.

Silakan anda simpulkan sendiri.

Oh iya, ada satu lagi lho bu Rieka. Suami anda itu sering cuti dari kantor. Apakah anda tahu kalua dia cuti?

Anda pasti tidak tahu. Karena di hari cutinya dia tetap berangkat kerja seperti biasa, tetapi melakukan hal yang enak-enak dan sangat diinginkan oleh dua orang yang sedang kasmaran. Kemana? Tentu saja sama dengan hal-hal yang dilakukannya di hari Sabtu.

Jika anda tidak percaya dengan kata-kata saya di surat ini, silakan tanya sendiri ke suami anda.

Kalau dia pun tidak mau mengaku, dan pasti dia tidak akan mengaku, maka saya tantang ibu untuk memperhatikan kelakuan dia.

Pertama, jam pulang kerjanya.

Kedua, penampilannya.

Ketiga, kata-katanya. Apakah semua perkataannya selalu sama dengan perbuatannya?

Keempat, amati media sosialnya.

Kelima, dia selalu online saat malam hari. Bahkan pernah sampai tengah malam. Apakah ibu memperhatikan?

Keenam, alasan dan kata-katanya seringkali tidak sejalan.

Silakan dibuktikan sendiri, Bu.

Terimakasih sudah bersedia membaca surat ini.

Saya tidak bermaksud untuk menghancurkan keluarga ibu, tetapi saya hanya ingin ibu mau menyadarkan suami ibu yang sudah sangat keblinger itu.

Sebagai pemberitahuan saja, suami anda itu berselingkuh dengan para perempuan yang bersuami dan ada juga yang janda. Suami anda pinter, dia mencari selingkuhan yang bersuami. Jadi dia tidak akan bertanggungjawab jika sampai terjadi kehamilan. Sedangkan pacarnya yang janda, sepertinya dibungkam dengan kiriman jatah bulanan ke rekening masing-masing.

Bahkan, saya dengar salah satu janda itu sudah di nikah siri oleh suami anda.

Saya rasa cukup sekian dulu surat dari saya.

Sekali lagi, saya tidak bermaksud untuk menghancurkan keluarga anda. Tetapi saya ingin anda sebagai seorang istri tahu, bahwa suami anda berlaku curang di luar rumah.

Semoga ibu Rieka bisa membuatnya sadar.

Terimakasih.

 

***

 

Wimala Anindita

Bandung, 140820

0