PADA BAYANG

Sebuah tantangan untuk menuliskan rasa rindu tanpa mengatakan rindu.

Sebuah prosais dari Wimala Anindita.

 

****

PADA BAYANG

 

Cukupkah hanya menunggu? Di sini, di sudut ruang bernama kolong langit, berwarna hitam namun tak pekat. Berwarna jelaga buatku terjaga.

Dimanakah engkau? Bersembunyi di antara rimbun bambu, ataukah tertutup awan menghitam yang pergi terbawa angin?

Pergi kemanakah kau, kekasih hati? Dambaan rasa dalam dada. Detak napas ini masih bergetar karenamu. Janji yang kau ucap saat tinggalkanku di ujung sungai penantian.

Aku masih di sini. Sepenuh harap akan kehadiranmu. Kasih, jangan biarkan kaca pecah dari bola mataku. Jangan biarkan sungai ini membanjiri seluruh malamku.

Aku tak peduli!

Aku mau kau segera menjelma di hadapan! Datanglah!

Aku menunggumu.

 

Wimala Anindita,

Bandung, 020620

 

 

0