AKU DATANG, MARLENA

Aku berlari padamu, hanya padamu
Ketika kekangan tak lagi menjadi penghalang

Aku rindu,
Padamu perempuan yang aku cinta,
Sekian purnama tak surutkan rasa,

“Marlena! Aku datang, Sayang.”
Aku berteriak lantang,

Seiring angin berhembus perlahan
Sibakkan sorot mata yang tercekat

Kau!
Telah meminum racun dan candu asmara
Pagar yang aku tancapkan
Telah porak porandakan mahkota suci

Janji setia tak lagi terpatri,
Aku hilang akal,
Menghitam pandangan!

Kan aku kejar dia!
Meski harus bertaruh nyawa.

Wimala Anindita
Bandung, 150720

0