MARI KITA SEJENAK BERBINCANG

Mendekatlah!

Aku akan berbisik kepadamu,

Menceritakan sebuah kisah penuh warna

 

Tentang seorang lelaki,

Yang berhasil mendinginkan kopi panasku

 

Tentang seorang lelaki,

Yang pernah membuat kepalaku berasap.

 

Bersamanya,

Aku pernah membakar sebuah malam,

Panas!

Merah!

Basah penuh lekat.

 

Namun kini aku mengerti,

Dia hanya lelaki sok suci,

Penikmat selangkangan sejati.

 

Untuk dia,

Aku pernah lakukan semua yang aku bisa,

Untuk dia,

Aku korbankan masa muda nan ceria.

 

Kini,

Aku biarkan dia mengais lubang

Di ujung jalan.

 

Biar dia rasakan,

Bagaimana rasanya ditendang,

Oleh kaki mungil yang pernah dia bilang sebagai nyawanya.

 

Kini,

Lihatlah!

Lelaki nista tanpa harga,

Hanya menjadi pengemis cinta di ujung jalan.

 

Rasakan!

 

Wimala Anindita,

Bandung 160620

 

****

Guru Saya berbaik hati membacakan puisi liris di atas,

di akun Youtube pribadi beliau.

Maturnuwun sanget Mak Sayang.

Berikut link Youtube nya, dan silakan menikmati suara merdu beliau.

 

0